PERSEMBAHAN UNTUK AYAHANDA YANG SEDANG SAKIT KERAS

PERSEMBAHAN UNTUK AYAHANDA YANG SEDANG SAKIT KERAS

Endang Fortune TellerEnam bulan lalu ada seorang mahasiswi tingkat akhir meminta konsultasi lewat telpon. Setelah memenuhi syarat administrasi maka konsultasi pun berlangsung. Sebut saja namanya Dina, menjelaskan kalau dia sedang galau karena skripsinya tidak kunjung selesai dan berkali-kali di tolak oleh dosen pembimbing. Ketika kami mulai ‘menyatu’ dengan frekuensi yang sama, maka saya jelaskan untuk segera mengganti judul skripsinya. Dina jg menanyakan tentang kondisi orangtuanya yang sakit-sakitan dan harapan ia untuk bisa di wisuda tahun ini. Saya meyakinkan Dina bahwa dari ‘penglihatan’ saya Insya Allah bisa wisuda tahun ini asalkan segera ganti judul skripsinya. Saya juga meminta Dina untuk mengurangi waktu ‘bermain’ dan fokus total mengejar ketinggalannya. Di akhir sesi konsultasi Dina berjanji akan menghubungi saya lagi untuk konsultasi berikutnya.
Dua bulan berlalu, Dina pun meminta konsultasi lagi dengan durasi lebih lama karena banyak yang ingin ia diskusikan. Ternyata Dina menyerah dengan skripsinya dan memenuhi permintaan saya untuk mengganti judul. Menurut Dina berat sekali mengejar ketinggalan dan mempersiapkan diri agar skripsinya tidak ditolak lagi. Ketika saya bantu ‘melihat’ peluang dan peruntungannya, saya jelaskan pada Dina bahwa proses untuk menuntaskan skripsinya akan banyak kemudahan dan jalan menuju wisuda tahun ini juga akan dipermudah. Saya mengingatkan Dina untuk tetap bejuang lahir dan batin agar semua bisa berjalan seimbang. Diantaranya usaha keras untuk menyelesaikan skripsi, terus berdoa dan mohon kekuatan pada Tuhan agar apa yang sulit menjadi mudah. Saya juga menguraikan karakter satu persatu orang-orang yang akan ia hadapi dan bagaimana menyikapinya. Di akhir sesi konsultasi Dina mengaku perlahan-lahan rasa gugup dan gelisahnya mulai sirna dan muncul keyakinan bahwa ia akan mampu melewati semuanya.
Dua bulan berlalu tepatnya 1 September 2013, tiba-tiba saya teringat Dina. Maka saya kirim pesan di whatsapp :
Saya : Dina apa kabar?
Dina : Baiiiik mbak Endang…Alhamdulillah seperti yang disarankan mbak Endang. Aku sedang mengerjakan skripsi dengan judul yang baru…semoga lancar. Bisa nggak yaa tahun ini??
Saya : Harus yakin BISA
Dina : Amin HARUS ! …. mbak nanti aku mau di ‘lihat’ lagi yaaa kalau lagi dilema….harus LULUS harus.. makasih yaa motivasinya.
Saya : Iya Dina …Motivasi terbesar ada dalam diri Dina sendiri….jaga kesehatan dan tetap fokus pada tujuan ya…HARUS LULUS
Dina : Aamiin…Harus…Bismillah…YAKIN BISA
Saya : Semangat ya !!

Saya paham dia sedang galau karena dalam keadaan yang penuh tekanan tidak ada yang bisa di ajak diskusi. Ibunya sibuk merawat ayahnya dan ia sendiri anak tertua dari tiga bersaudara.
23 September 2013 Dina mengirim pesan di whatsapp :
Dina : mbaaaak Endang…aku akhirnya sidang…makasiiiih mbak. Tinggal nunggu jadwalnya. Aku boleh minta di lihat lagi gaa??
Kurang puas meluapkan rasa bahagianya Dina pun menelpon saya dengan suara ceria.. “ mbaaaak skripsiku lolos .. dan tau nggak mbak?? Aku bisa ikut sidang skripsi 2 minggu lagi!!! … ya ampuuun nggak nyangkaaaa!!! Makasih mbak Endang….aduuuh nggak kebayang kalo aku nggak ganti judul…bisa gagal total dehh…sekali lagi makasih ya mbak atas bimbingannya dan semua saran-sarannya”. Perasaan saya sungguh tergetar dan terharu merasakan kebahagiaannya yang luar biasa. Terlebih lagi saya mengikuti proses awal perjuangannya membuat skripsi. Menurut Dina, ayahnya yang sedang sakit hanya tersenyum saja ketika dikabarkan ia akan sidang skripsi. Saya coba membesarkan hati Dina bahwa sakit yang dirasakan ayahnya sulit untuk bisa mengekspresikan rasa bahagianya selain hanya dengan tersenyum.
Mendekati masa sidang skripsi Dina kembali berkonsultasi dan meminta saya untuk memberi arahan harus bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan. Dina tampaknya mulai tenang dan menyerap semua yang saya sampaikan.
5 Oktober 2013 Dina akan sidang jam 3 sore dan ia mulai panik. Inilah percakapan kami di Whatsapp pada Pkl 11.17 – 12.29 WIB :

Dina : mbaaa Endang…doain yaaa aku sidang jam 3…lagi siap-siap…semoga lancar..amin. Saya : Aamiin YRA..aku doakan untuk Dina..jangan putus berdoa ya
Dina : iya mbak… ini aku dzikiran terus…makasih ya mbaaaak.
Saya : sama-sama Dina…sukses selalu untukmu

IMG-2013-WA0003Detik-detik menjelang sidang tanpa saya duga Dina mengirim pesan lagi di whatsapp Pkl. 14.51 WIB..itu artinya 9 menit lagi dia akan memulai sidang skripsinya :
Dina : mbaa doain yaaa…akuu udah mau sidang… Bismillah
Saya : Bismillah…Aku doakan sekarang untuk kelancaran dan kekuatan Dina saat sidang yaa
Dina : Amin..
Dialog pun terhenti Pkl. 14.55 WIB. Tampaknya sidang skripsi sedang berjalan. Saya seperti ikut merasakan ketegangan yang dirasakan Dina. Saya hanya bisa bantu mendoakan dari jauh agar semua menjadi mudah dan lancar. Sampai tiba-tiba ada pesan di whatsapp dari Dina Pkl. 17.11 WIB :

IMG-2013-WA0000Dina : mbaa Endang…aku lulus…dapat A…makasih ya mbaaa
Saya : Subhanallah…Alhamdulillah…hebaaaat…peluk dari jauh..siap2 untuk jadi sarjana…horeeeeee
Dina : mbaaa makasiiiii…Amin amin amin…makasihh mbaaak…aku dapat wisuda November..berarti tahun ini terjadi …benar kata mbak Endang …makasih ya mbaaak.
Saya : sama-sama Dina.. terus berjuang ya…Insya Allah semua lancar sampai wisuda
Dina : makasih ya mbaaa

Dari kisah seorang Dina sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita lihat dan kita yakini bersama bahwa seberat apa pun kendala yang dihadapi namun jika kita memiliki keyakinan yang kuat untuk berjuang, berusaha dan fokus pada tujuan maka apa yang kita perjuangkan bisa terwujud dan tercapai sesuai harapan. Tentunya disertai doa yang tak putus-putusnya untuk menjadi penguat batin sehingga menjadikan segala yang sulit terasa mudah dan yang berat terasa ringan karena ada kekuatan dari Sang Pencipta.

Jakarta, 20 Oktober 2013

Salam Cahaya
Endang Widiastuti R. (Endang Tarot)

HP : 081298227607

Info Tambahan….

Dina akhirnya berhasil di wisuda dan seperti yng pernah saya terawang sebelumnya bahwa kalau ia berhasil lulus sidang skripsi maka tidak lama kemudian Dina akan bekerja supaya bisa membantu meringankan beban orang tua. Ini adalah dialog saya dengan dina di Whatsapp.

IMG-20131105-WA0001

chat Dina dan Endang Tarot

 

 

 

 

 

 

 

Usaha yang sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang berarti dalam hidup*

IMG-20131105-WA0002

IMG-20131105-WA0000

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s