Kisah nyata GADIS BELIA : WAJAHKU RUSAK KETIKA BALITA..DAN AKU SAAT INI HAMIL 4 BULAN..PASTI ORANG TUAKU MARAH …

GADIS BELIA : WAJAHKU RUSAK KETIKA BALITA..DAN AKU SAAT INI HAMIL 4 BULAN..PASTI ORANG TUAKU MARAH …

Lotus PutihKetika gadis belia ini duduk dihadapan saya ia masih menggunakan masker dan saya berpikir kalau dia mungkin sedang flu berat..namun dengan santai dia segera membuka maskernya dan memulai percakapan. Awalnya saya terkejut karena wajahnya ternyata rusak dibagian dagu hingga dibawah hidung. Sepertinya gadis ini memahami rasa ingin tahu saya. Ia pun bertutur dengan wajah menerawang ke masa silam..

“Wajah saya jadi seperti ini karena dulu masih kecil saat usia 4 tahun saya main kabel listrik dimana ujungnya masih tersambung ke sumber listrik dan kabel yg berbentuk colokan saya masukkan dalam mulut hingga tersengat listrik dan meledak di bibir saya ” sejenak gadis ini menghela nafas dan melanjutkan kisahnya..dia sepertinya juga memahami sorotan mata saya yang merasa ngeri membayangkan saat peristiwa naas itu terjadi. Kecerobohan orang tua berbuah petaka.

“Dari sinilah bencana dan cacat permanen di wajah saya terjadi. Saat itu ibu saya ada di ruang belakang dan segera berlari ke arah saya karena mendengar jeritan histeris saya. Saya berhasil diselamatkan namun hingga usia saya 18 tahun ini wajah saya belum bisa diperbaiki secara menyeluruh” tampak ada penyesalan dan kekecewaan diwajah gadis ini.

“Oh iya mbak Endang..sejak saya berusia 6 tahun ayah dan ibu saya bercerai dan saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi yang pasti sebagai anak tunggal saya tidak merasa kehilangan kasih sayang keduanya. Ayah saya memiliki kedudukan penting di sebuah perusahaan besar dan dia yang membiayai setiap saya melakukan operasi plastik di luar negeri untuk memperbaiki kerusakan di wajah saya. Tiggal sepertiga lagi proses operasinya”.. Saya mengangguk-angguk mencoba memahami perasaan gadis ini..

Dia pun melanjutkan kisahnya dan menceritakan bahwa yang membuat dirinya merasa bersalah pada kedua orangtuanya adalah saat ini ia tengah hamil 4 bulan hasil perbuatannya dengan pacarnya yang telah menjalin hubungan selama 2 tahun. Dengan mata berkaca-kaca gadis ini meyakinkan bahwa ia tidak akan menggugurkan kandungannya dan akan membesarkan anaknya dengan segala keterbatasan yang ia miliki. Saya pun menguatkan hatinya dan mendukung putusannya dan menyarankan untuk membicarakan hal ini pada sang pacar dan segera resmikan hubungannya ke jenjang pernikahan. Ia meminta saya untuk menerawang apakah keluarganya akan mengucilkan dan menyalahkan atas perbuatannya. Lalu saya jelaskan bahwa semua akan pasrah dan mengakui kelalaian masing-masing karena kurangnya pengawasan dan kedekatan pada anak yang sedang tumbuh jadi gadis remaja.

Tiba-tiba gadis ini menghambur ke pelukan saya sambil menangis dan mengungkapkan penyesalan yang teramat dalam telah melukai hati kedua orangtuanya. Saya lalu mencoba meyakinkan lagi bahwa gadis ini akan mampu melampaui semuanya.

Beberapa hari kemudian gadis ini telpon dengan suara yang ceria..”mbak Endang aku mau nikah..semua yang dijelaskan mbak Endang semuanya betul… mama papaku menyiapkan semuanya untuk acara pernikahanku..walau pun mereka semua sempat shock tapi akhirnya pasrah demi anak semata wayangnya..pacarku juga akhirnya dapat restu dari mama papanya dan diminta untuk bertanggung jawab atas hasil perbuatannya dengan menikahi aku … terimakasih ya mbak”…

Hmmmm…satu lagi kisah anak manusia yang penuh warna saya jumpai…sambil dalam hati saya bergumam “Terimakasih ya Allah atas semua hikmah dan pelajaran hidup yang saya dapatkan setiap saat”
@Kalibatacity Square..

-Salam Cahaya-

Endang Widiastuti R

HP         : 0812-98227607

Email   : endang_hp69@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s