Setengah jam itu mengubah kesedihannya…..

Endang TarotBeberapa minggu lalu sebuah email saya terima dari seseorang di Semarang yang tidak saya kenal. Isinya kurang lebih tentang keinginannya untuk bertemu dan diterawang secara langsung sekaligus dibacakan garis tangannya dan dibukakan kartu tarot. Ia menemukan alamat email saya dari blog saya https://pengawasjiwa.wordpress.com. Awalnya saya balas singkat  satu pertanyaannya yang  berkaitan dengan pekerjaannya yang sudah lima bulan ditinggalkan. Dalam uraiannya, wanita ini menjelaskan sebelumnya sudah beberapa tahun  bekerja di Malaysia sebagai manager di sebuah perusahaan layanan masyarakat. Karena desakan ibundanya untuk segera pulang akhirnya ia tinggalkan pekerjaannya dan berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan di tanah air. Singkat cerita, akhirnya wanita ini menelpon dan mengatakan ingin berkonsultasi langsung untuk mendapatkan gambaran atas apa yang harus ia lakukan kedepan. Saya pikir ia tidak serius karena banyak hal yang menjadi kendala untuk datang ke Jakarta. Sebut  saja namanya Lily. Ia membuat saya sungguh2 terkejut karena keinginannya benar2 ia wujudkan untuk datang ke Jakarta. Wanita lulusan salah salah satu perguruan tinggi negeri dengan IPK hampir 4 ini menyampaikan  beberapa hal yang akan dilakukan saat di Jakarta. Saya sangat tergetar dengan kepiluan, kebingungan dan keinginan yang besar untuk memecahkan persoalannya dan keinginannya untuk membahagiakan orang tuanya…walau pun ia sempat merasa dibohongi, disuruh pulang ke tanah air karena sudah ada jodoh yang tepat untuk dirinya…dan ternyata semua hanya cerita yang dikarang ibunya karena takut anaknya makin jauh jodohnya.Lily mengaku setelah lima bulan menganggur rasa bersalah ibunya mulai muncul dan  kian membesar. Kesedihan ibunya yang diam2  sering menangis  menjadi beban terberat bagi lily karena ia tahu dalam kehidupan mereka yang makin sulit ibunya tetap berusaha membahagiakan dirinya. Padahal dalam keadaan menganggur mau tidak mau ia juga menjadi beban ibunya. Keadaan yang mendesak inilah yang membuat Lily bertekad untuk bekerja lagi di Malaysia dan jika  tidak memungkinkan ia akan bekerja di Jakarta, itu pun jika gaji yang diperolehnya bisa mencukupi kebutuhaannya dan bisa membantu orang tuanya.

 Hari yang dijanjikan Lily untuk bertemu adalah Sabtu. Ia mengaku akan terbang dari Semarang dengan penerbangan paling murah dan menginap di salah satu hotel dimana sahabat ibunya tengah menginap disana. Saya sudah menentukan waktunya jam 1 siang dan setelah itu saya sudah ada janji lagi dengan client saya dari Malaysia. Ternyata Lily benar-benar tepat waktu. Saya dan Lily bertemu tepat di depan restaurant yang kami rencanakan dan kami mengambil tempat di lantai atas karena lebih tenang dan nyaman untuk ngobrol. Dalam obrolan dan tanya jawab dengan Lily saya diam-diam kagum pada Lily, wanita yang begitu besar tekadnya untuk mengubah nasib dan memboyong ibunya yang sudah tua dari penderitaan hidup. Obrolan mengalir diantara kami berdua dan segera cair karena kepolosan dan keinginan yang besar dari Lily untuk menggali segala hal yang menjadi pertanyaan seputar pekerjaan dan kesempatannya bekerja di luar negeri. Tanpa terasa waktu yang diminta Lily yaitu setengah jam pun usai. Saya justru tidak menyadari karena tenggelam dalam kisah hidupnya yang menyentuh. Ia benar2 menepati janji bahwa hanya setengah jam waktu untuk berkonsultasi padahal dengan jarak tempuh yang penuh usaha dan pengorbanan. Saya tetap memberi kelonggaran waktu untuk bertanya lagi walau pun dari jauh saya melihat tamu saya dari Malaysia sudah datang dan duduk agak jauh dari kami. Lily hanya meminta saya untuk menyampaikan hal-hal apa saja yang harus ia lakukan dalam menunggu kesempatan bekerja itu datang lagi. Dengan wajah yang lebih sumringah dan diliputi perasaan haru Lily pun berpamitan. Ia akan langsung pulang ke Semarang dan Lily mengaku ia pulang dengan secercah harapan dan semangat yang mulai tumbuh.

Dua hari berlalu setelah pertemuan saya dengan Lily. tiba-tiba telpon genggam  saya berdering dan saya lihat nama Lily di layar telpon. Ketika saya angkat, disebrang sana terdengar nada ceria seperti tidak sabar ingin menyampaikan kabar gembira…”mbak Endang, aku cuma mau nyampaikan kabar kalau aku diterima bekerja di dua perusahaan di Jakarta. menurut mbak Endang aku terima nggak ya….aku masih pengen banget   kerja di  luar negeri lagi soalnya gaji yang aku dapat bisa bantu keluarga. Kalau soal jodoh aku sudah pasrah…kalau sudah saatnya pasti pertemuan itu akan tiba juga “…itulah salah satu hal yang disampaikan Lily pada saya. Alhamdulillah…ternyata gadis pintar ini sudah kembali bersemangat untuk menjemput bintang hidupnya dan memulai lagi segalanya dengan awalan yang positif  bahwa segala yang sulit bisa menjadi mudah selama kita punya semangat dan mau berusaha sungguh-sungguh

Salam Cahaya,

Endang Widiastuti R.

email : endangtarot@gmail.com

HP      : 0812-9822-7607 (tolong sms dahulu)

2 thoughts on “Setengah jam itu mengubah kesedihannya…..

  1. Bagaimana cara saya bisa bertemu n berkonsultasi mengenai rumah tangga saya,kiranya mba bisa memberikan info,untuk biaya konsultasi berapa!mohon blsannya terima ksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s