Selamat Jalan Mama Laurent

Saat pertama mendapat telpon dari om Hendrik, suami Mama Laurent pukul 22.30 WIB, Senin 17 Mei 2010, hati saya langsung  berdesir. Dalam hitungan detik saya  langsung bisa menduga apa yang akan disampaikan om Hendrik. Benar saja. Dengan suara berat dan terbata-bata om Hendrik menyampaikan kabar duka itu… “Endang… Mama sudah  tidak ada…..Mama meninggal dunia sejam lalu”… suara om Hendrik makin terasa berat menahan rasa duka. Walaupun belakangan ini saya tahu kondisi kesehatan Mama Laurent, tapi tetap saja saya terkejut mendengar kabar duka ini. Tanpa saya sadari air mata saya sudah menetes sambil melanjutkan percakapan dengan om Hendrik.

Tanpa menunggu lama, saya dan mas Hendy, suami saya  langsung meluncur menuju kediaman Mama Laurent di Jl. Kasuari 2 No: 2, Cipinang  Indah Jakarta Timur.  Sepanjang jalan menuju rumah duka semua kenangan bersama Mama bermunculan satu persatu. Saya  dan Mama memang kerap berdiskusi banyak hal.  Jika saya berkunjung ke kediamannya, Mama sering menggoda saya supaya saya pensiun saja sebagai orang televisi dan serius menerjuni dunia paranormal. mungkin Mama melihat saya sudah intens  menerima konsultasi seperti Mama Laurent dan juga aktif dalam beberapa organisasi paranormal dan penyembuh alternatif seperti APALI (Asosiasi Penyembuh Alternatif Indonesia) lalu AKSI (Asosisi Konsultan Spiritual Indonesia) dan Metafisika Study Club dimana Mama kadang kami minta untuk menjadi nara sumbernya.

Saya tidak akan pernah lupa obrolan yang panjang di akhir pekan, tepatnya 4 Mei 2009 ketika Mama Laurent saat itu masih menjalani terapi akupuntur. Wanita kelahiran Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932 ini,  sempat meminta saya untuk memijat bagian pinggulnya yang terasa sakit. Mama yang sebelumnya sulit buang air dan mengaku pinggulnya nyeri dan sulit untuk digunakan berjalan, tiba-tiba merasa lebih sehat dan turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk buang air sambil dituntun om Hendrik. Saat itu yang saya lihat justru semangat Mama Laurent yang ingin sembuh mengalahkan rasa sakitnya.

Semangat Mama Laurent  untuk membuktikan dirinya kuat juga terlihat sekali ketika menjadi bintang tamu dalam acara “Terawang Mama Laurent 2010”. Selama 3 jam rekaman acara ini berlangsung, saya khawatir mama tidak akan kuat. Sebab itulah setiap jeda iklan saya akan menawarkan minuman ke Mama Laurent. Kebetulan ada beberapa nara sumber lainnya yang hadir dan diantaranya yang kami undang adalah Maia Estianty mewakili selebriti , Ruhut Sitompul untuk figur wakil rakyat, lalu bapak Ervin dari Badan Meteorologi dan Geofisika serta  bapak Winang Budoyo selaku pengamat ekonomi.  Mungkin karena obrolannya seru dan pembawa acara  yang kami pilih adalah Eko Patrio yang penuh banyolan-banyolan, membuat Mama Laurent jadi terhibur dan melupakan durasi program ramalan akhir tahun itu yang cukup panjang.  Paling tidak, menjelang akhir tahun saya juga sempat banyak berdiskusi dari hati kehati dengan Mama Laurent tentang sejumlah ramalan yang kami simpan berdua saja.

Sepuluh tahun yang lalu, ketika Mama Laurent  menjadi nara sumber di FKPPAI (Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia) yang kala itu didirikan dan diketuai oleh Bapak Sabdono Surohadikusumo dan kebetulan saya sebagai humasnya, saya kerap mengumpulkan makalah yang dibuat Mama Laurent dan setelah itu saya diskusikan dengan Mama. Belakangan ketika saya mengingat kembali semua diskusi itu, ternyata satu persatu telah menjadi sebuah peristiwa nyata.

Pertemuan saya terakhir dengan Mama Laurent adalah ketika acara Sarasehan Metafisika Study Club 14 Februari 2010 di Gedung Manggala Wanabakti. Kala itu Mama Laurent menjadi nara sumber untuk prediksi tahun 2010. Mama Laurent datang setelah nara sumber lainnya yaitu Permadi SH, dan ibu Any Sekarningsih menyampaikan prediksi atau ramalannya di tahun 2010. Mama Laurent terlihat agak pucat.  Ternyata ia baru saja dari rumah sakit. Hal itu dipertegas oleh om Hendrik yang setia mendampingi Mama dalam setiap kesempatan. Lagi-lagi semangatnya mengalahkan rasa sakitnya.  Mama Laurent walau pun terlihat lemah  tapi suaranya tetap jelas dalam menyampaikan prediksi tahun 2010.

Kini… Mama Laurent telah tiada. Banyak kisah seputar ketajaman terawangnya yang masih jadi buah bibir. Saya yakin Mama Laurent akan terus dikenang banyak orang.

Selamat jalan  sahabatku sekaligus  Mamaku yang selalu penuh kisah… semoga  Allah SWT  memberimu tempat yang damai dan terindah disisi-NYA…. amin.

Endang Widiastuti R.

18 Mei 2010

One thought on “Selamat Jalan Mama Laurent

  1. Salam Mba Endang & Mas Hendy.

    Saya ucapkan terima kasih atas bimbingan dan wejangannya saat jumpa di kalibata city 18-12-2012, waduh total nya angka ini 8 nih, baru sadar kalau diitung? he..he..he wah pastinya mba/mas tau arti angka ini. skipp…aja ah.
    Sejak jumpa pertama dengan mas Hendy saya sudah merasakan getaran yang sinkron, He…he..maaf mas panjenengan juga sama rasakan. Saya terima kasih untuk Mba Endang & Mas Endi yang telah mengingatkan dan memberi petunjuk kepada saya akan arti dan makna kehidupan yang harus dijalanin semua umat manusia demi menuju kebaikan dan menolong sesama manusia, walau selama ini saya sudah menjalani nya, namun bimbingan dan tuker pikiran itu penting yach,,,he..he..he.
    Saya ucapkan suksess selalu mba Endang, saya yakin dan percaya Sang pencipta selalu memberi rahmatnya kepada mba sekeluarga dan kita semua.

    Salam Cahaya,
    Danang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s